Enggan Memikirkanmu
Memikirkanmu adalah sebuah kesalahan
Mencintaimu adalah malapetaka
Mata ini terasa enggan untuk terpejam
Jemari ini terasa kaku untuk bergerak
Entah berapa kali malaikat melaknatku
Berapa lama dada ini harus menanggung
sesak
tak tahu diri seperti bukan aib bagiku
mencemooh diri sendiri seperti obat
untukku
aku yang telah
sadar akan jalan ini
semakin merasa benar dalam kesesatan
tak peduli api berkobar tetap aku
lahap walau harus-terbakar
seperti berjalan di tepian jurang
enggan berpegang walau kepada
rerumputan,
melupakanmu bukanlah jawaban
mencarimu adalah penghianatan
semakin berdebar semakin aku nikmati
tak mungkin aku gelap dalam terangmu
bunga itu memang telah layu
tapi aromanya semakin harum
kasih itu mungkin telah redup
tapi cinta ini tak akan pernah hilang